Sekarang ini makin banyak pengrajin tas yang bisa memproduksi tas dengan kualitas bagus, hal ini disebabkan karena timbulnya persaingan dengan impor tas yang biasanya berasal dari China. Titik sentra tas biasanya ada di Jakarta, Bandung, Bogor dan Tangerang. Konveksi tas makin menjamur dengan skala kecil-kecil, biasanya 1 konveksi tas diisi oleh 3-5 penjahit, hal ini sangat baik karena akan menimbulkan persaingan yang baik diantara konveksi. Kalau melihat beberapa tahun yang lalu masih sedikit konveksi tas, oleh karena itu mereka tidak menjaga kualitas tasnya. Mereka hanya fokus kepada kuantitas tampa melihat kualitas. Karena itu akhirnya kualitas tas yang mereka hasilkan tidak bagus. Ditambah kelemahan dari konveksi lokal adalah harga yang cukup mahal sehingga harga dibandingkan dengan kualitas tidak sesuai.

Melihat kondisi hal ini maka banyak pedagang tas akhirnya mencari barang di luar negeri (China). Produk import tersebut memang secara kualitas tidak terlalu bagus hanya dari segi harga, tas import unggul. Kondisi ini berlangsung selama bertahun-tahun maka tidak heran kalau neraca perdagangan Indonesia sering mengalami minus. Karena banyaknya barang yang diimport dari china. Tapi sekarang ini konveksi lokal mulai menyadarinya, sehingga makin banyak tas-tas bikinan dari konveksi lokal yang sudah bagus secara desain dan kekuatan jahitannya.
Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya merk lokal yang mulai baik produknya,bseperti Vivas, Choral, Nama, Bodypack, dll. Kondisi seperti ini harus dipertahankan secara terus menerus jangan sampai kendor dan pemerintah harus membantu UKM konveksi ini agar nantinya jangan sampai turun lagi kualitasnya. Dilihat dari sisi bisnis maka konveksi tas ini menjanjikan karena kebutuhan tas itu merupakan kebutuhan umum dimana dari anak-anak sampai orang tua membutuhkan barang yang namanya tas. Jadi akan selalu ada permintaan sehinggatinggal bagaimana kita sebagai konveksi tas menjawab permintaan tersebut.
Ditambah sekarang banyak market place yang akan membantu penjualan dari tas yang sudah dibuat. Akhir kata saya berharap akan banyak timbul lagi konveksi-konveksi baru untuk menjawab tantangan ini, diharapkan kaum muda harus berani masuk ke bisnis, karena tas itu identik dengan kaum muda sehingga diharapkan secara model tas buatan anak muda lebih fashionable.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *